Early-mover disadvantage, and how an internet venture can avoid these advantages

Mei 26, 2008 at 8:55 pm (ISP03)

Menjadi sebuah early-mover tidak dapat menjamin untuk menjadi sukses didalam bisnis internet. google bukan sebuah early-mover dalam search engine. tapi saat ini semua orang klik google untuk mencari apa yang mereka inginkan di internet.

Technology Uncertainty

Salah satu factor yang membuat early-mover disadvantage adalah factor dari technology uncertainty, seperti teknologi WAP, yang pada awal kelahirannya sangat dipuji-puji, pada akhirnya sekarang merupakan hanyalah sebuah teknologi yang tidak berguna, dikarenakan tidak prkatisnya dipakai, dilihat dari segi display yang kecil kecepatan yang dapat dibilang lambat sekali, bahkan tidak stabil

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

How Internet venture can outperform its competitors along both the price and the quality dimensions

Mei 12, 2008 at 11:56 pm (ISP03)

www.bhinneka.com merupakan salah satu contoh yang dapat dijadikan acuan untuk hal-hal mengenai inernet venture ini, bhinneka merupakan salah satu webstore terbaik yg pada khususnya untuk di daerah Jakarta dan sekitarnya. Seperti pembaca sekalian ketahui bahwa di jakarta ini banyak sekali toko-toko computer yang berbasis brick dan mortar, tetapi bhinneka menawarkan barangnya dengan cara yang berbeda yang dengan menggunakan fasilitas internet atau biasa disebut dengan e-commerce dalam melakukan bisnis penjualaan semua produk yang berhubungan dengan Information Technology.

Mengenai harga dan kualitas, bhinneka dapat di sejajarkan dengan toko-toko atau bahkan sekelas vendor dalam menjual beberapa jenis khusus devices IT yang harganya terbilang mahal, bhinneka dapat berkompetisi dengan vendor-vendor lain yg tidak berbasiskan internet dalam penjualan barang-barangnya.

Bahkan sekarang bhinneka menawarkan fungsi untuk menghubungi bagian sales, apabila barang yg ditawarkan lebih mahal dibandingkan dengan toko yang menjual barang sejenis, ini semakin menyarukan perbedaan penjualan antara di dunia cyber maupun di dunia nyata, bahwa didunia nyata seorang pembeli dapat melakukan tawar-menawar harga dengan penjual, di bhinneka juga mempunyai fasilitas tersebut. Bahkan dengan bhinneka barang dapat diantar sampai tujuan ataupun barang diambil langsung dicabang2 yang telah pelanggan tentukan sendiri. ini semakin memanjakan para pelanggan

Tetapi tidak semua cyberstore sukses seperti www.bhinneka.com, tanpa pengetahuan tentang ilmu, sebut saja seperti supply chain management, dan human resources management, operation management dan beberapa ilmu lainya yang berhubungan dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan maupun interface dr websitenya. Hal ini akan susah untuk membuat webstore yang sukses.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

How Internet has impacted the primary and support Of Bhinneka.com venture value chain

April 26, 2008 at 2:07 am (ISP03)

The value chain, also known as value chain analysis, is a concept from business management that was first described and popularized by Michael Porter in his 1985 best-seller, Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance

A value chain is a chain of activities. Products pass through all activities of the chain in order and at each activity the product gains some value. The chain of activities gives the products more added value than the sum of added values of all activities. It is important not to mix the concept of the value chain with the costs occurring throughout the activities. A diamond cutter can be used as an example of the difference. The cutting activity may have a low cost, but the activity adds to much of the value of the end product, since a rough diamond is a lot less valuable than a cut diamond.

The value chain categorizes the generic value-adding activities of an organization. The “primary activities” include: inbound logistics, operations (production), outbound logistics, marketing and sales, and services (maintenance). The “support activities” include: administrative infrastructure management, human resource management, information technology, and procurement.

( http://en.wikipedia.org/wiki/Value_chain )

Dalam blog kali ini penulis akan membahas tentang “Dampak Internet terhadap aktifias utama dan pendukung pengembangan bisnis e-commerce di Indonesia”. Seperti yang telah anda ketahui sebelumnya bahwa e-commerce adalah suatu situs yang menyediakan jasa layanan jual-beli jasa maupun barang di dunia maya.

 Apa saja yang membuat sebuah perusahaan sukses mengembangkan satu atau lebih situs e-commerce, salah satu faktor yang dibahas oleh penulis adalah dari segi value chain.

Ada beberapa hal yang dapat diliat dari penggunaan value chain terhadap aktifitas utama dan pendukung dalam e-commerce, dalam tulisan ini penulis mengambil contoh dari situs e-commerce yang menjual semua hal yang berhubungan dengan IT, yaitu http://www.bhinneka.com

( http://www.12manage.com/methods_porter_value_chain.html ) Value chain mengkatagorikan kegiatan dalam perusahaan menjadi dua bagian, yaitu:

1.       Primary activities(Line Functions),

ð  Inbound logistics, seperti receiving, storing, inventory control transportation planning

Di bhinneka.com semua barang yang ditampilkan di website semua itu merupakan barang ready-stock. Apabila barang yang akan dipesan itu habis maka di samping image produk tersebut akan tertulis “SOLD OUT”, untuk inventory control mereka melakukannya dengan menggunakan aplikasi tertentu untuk melakukan control tersebut. Dan mengenai transport, selain dengan bekerja sama dengan perusahaan jasa pelayanan kilat TIKI bhinneka juga mempunyai alat transportasi untuk melakukan pengiriman barangnya yang disebut armada bhinneka.

ð  Outbound Logistics,  the activities required to get the finished product at customers : warehousing, order fulfillment, transportation, distribution management. Di bhinneka.com mulai dari penggudangan barang dilakukan control yg ketat dengan aplikasi tertentu, sehingga ketika ada pelanggan yang melakukan transaksi pembelian barang, maka stok barang dapat diketahui jumlah pastinya, kemudian setelah kedua proses tersebut selesai, dapat dilihat dari pesanan pelanggan apakah barangnya akan dikirim ke lokasi pelanggan dengan menggunakan jasa layanan kilat, dengan armada bhinneka atau dengan mengambil barang langsung barang ke salah satu cabang terdekat.

ð  Marketing and Sales, the activities associated with getting buyers to purchase a product, including: channel selection, advertising, promotion, selling, pricing, retail management, etc

Di bhinneka.com disediakan pilihan pembayaran, yaitu lewat transfer rekening bank atau bisa COD, dapat juga berinteraksi langsung dengan staff dari bhinneka untuk penjelasan mengenai produk yang akan dibeli atau dicari. Bahkan bila harga yang diberikan oleh bhinneka.com lebih mahal dibandingkan dengan took lain, dapat pula menghubungi staffnya untuk mendapatkan harga terbaik.

2.       Support Activities(Staff Functions, Overhead),

ð  Technology Department, Includes technology development to support the value chain activities. Such as: research and development, process automation, design, redesign.

Di bhinneka.com telah banyak perubahan infrastruktur yang memungkinkan pengembangan yang lebih jauh, perubahan scripting biasa ke .Net yang mereka adaptasi, hingga penambahan fitur-fitur baru yang akan semakin memanjakan pengunjung setia bhinneka.com dengan pengalaman berbelanja online.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

The e-Business Market Segmentation Matrix

April 15, 2008 at 4:39 pm (ISP03)

The e-business market segmentation matrix provides an overview of the different participants in electronic business. It differentiates three types of participants – Consumers, Business, and Government – who can act as both suppliers/providers and buyers/recipients.

Consumer to Consumer

For instance, auction website in Indonesia http://www.xceltion.com/ , they have motto “Lelang Online No 1 di Indonesia”.

They Have vision and mission to be a community pioneer of online marketplace in Indonesia.

 Consumer to Business

For Instance, in which consumers (individuals) offer products and services to companies and the companies pay them

Citizen to Government

Citizen to Government (c2g) is the online relationship between you and all of the various government departments you talk to.

 Business to Consumer

For Instance, one place to buy Computer and Peripherals in Indonesia http://www.bhinneka.com

Business to Business

For Instance, there’s one place to register your domain and to hosting your site at http://www.plasahosting.com

Business to Government

Business to Government (B2G) is a derivative of B2B marketing and referred to as a market definition of “Public Sector Marketing” which encompasses marketing products and services

Government to Citizen

For Instance,  through Government WebSite Citizen can find many Rules, one of them can be view at http://www.depkominfo.go.id

Government to Business

For Instance, Through Http://www.depkominfo.go.id many companies can join into tender, they can find such a information trough that site

Government to Government

is the online non-commercial interaction between Government organisations, departments, and authorities and other Government organisations, departments, and authorities

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Co-opetition

April 3, 2008 at 12:58 am (ISP03)

sumber : http://www.tempatshopping.com

Transaksi perdagangan kini dapat dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat berkembang dengan pesat. Transaksi perdagangan yang dilakukan antara satu pihak kepada pihak lain secara elektronik dikenal sebagai (e-commerce).

TempatShopping.com adalah sebuah internet/electronic mall (e-mall) yang mulai beroperasi pada akhir bulan November 2005. Situs ini menjual ribuan macam barang dari ratusan kategori, dan barang-barang yang dijual adalah berupa barang yang lebih murah dari pasaran. Kami bisa lebih murah karena kami membeli dari supplier terpercaya, juga tidak perlu membayar AC dan listrik seperti toko/mall tradisional lainnya.

Internet, merupakan teknologi yang menghubungkan computer-computer di seluruh dunia ke dalam satu jaringan yang dapat saling terhubung dan mengakses resources yang ada tanpa adanya batasan-batasan yang berarti. Dengan internet ini dapat melakukan apa saja, contohnya adalah berdagang dan melakukan pembayaran atau yang dikenal e-commerce.

Celah baru dalam berbisnis ini dimanfaatkan oleh perusahaan untuk melakukan expand, ataupun dapat juga melakukan extend bagi perusahaan.

Dengan semakin maraknya perusahaan berlomba-lomba untuk mengembangkan e-commerce, semakin banyak juga competitors didalamnya.

Dengan melakukan co-opetition framework sebuah perusahaan e-commerce akan merasakan manfaat dari competitors dengan melakukan kerjasama business-to-business. Yaitu dengan kerjasama dengan para competitor agar mereka mau menaruh produk mereka diportal kedua belah pihak dan seterusnya. Sehingga, hal ini dapat memperbesar content produk dimasing-masing perusahaan dengan perjanjian komisi apabila barang laku terjual, disisi buyers, hal ini mempermudahkan mereka untuk membeli produk tertentu dari perusahaan yang bekerjasama sehingga mereka dapat dengan mudah membeli produk tanpa harus browse ke masing-masing portal e-commerce untuk dapat memebeli produk itu. “one-stop Shopping”.

  

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

WEB 2.0

Maret 25, 2008 at 3:33 pm (ISP03)

Web 2.0

Web 2.0, adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh O’Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004, merujuk pada generasi yang dirasakan sebagai generasi kedua layanan berbasis web—seperti situs jaringan sosial, wiki, perangkat komunikasi, dan folksonomi—yang menekankan pada kolaborasi online dan berbagi antar pengguna. O’Reilly Media, dengan kolaborasinya bersama MediaLive International, menggunakan istilah ini sebagai judul untuk sejumlah seri konferensi, dan sejak 2004 beberapa pengembang dan pemasar telah mengadopsi ungkapan ini.
Dari berbagai info yang ada, definisi Web2.0 sebenarnya masih belum baku. Sudah terlalu banyak diskusi untuk mendefinisikan mahluk ini. Ada versi programmer, versi marketer, dan versi lain. Kalau Anda tanya programmer apa itu Web2.0, mereka bicara panjang lebar dan kemudian merujuk pada Ajax dan Web Services. Bagi marketer, web2.0 hanyalah sebuah buzzword dari makin beragamnya user experience. Bagi mereka yang anti-Microsoft, itu bermakna mengganti desktop sebagai computing platform
Saat era Web 1.0, semua portal dot com menyediakan konten, dan pengunjung portal hanya menerima suguhannya saja, dengan interaksi yang cenderung pasif. Semua portal sibuk memberikan konten berita, liputan, artikel, tak berbeda jauh dengan surat kabar cetak. Nah, di era Web 2.0 ini, tren bisnis mulai berubah. Sekarang adalah eranya partisipasi dari konsumen. Pengelola dot com lebih bersifat sebagai fasilitator atau agregator saja

Permalink 1 Komentar